Sekelumit Tentang Kitab At-Tauhid

Nama lengkap karya besar Syaikhul Islam Muhammad bin ‘Abdul Wahhabrahimahullah ini adalah

كِتَابُ التَّوْحِيْدِ الَّذِيْ هُوَ حَقُّ اللهِ عَلَى الْعَبِيْدِ

yang berarti Kitab Tentang Tauhid, yang merupakan Hak Allah atas Seluruh Hamba-Nya.

Sejarah Penulisan

Asy-Syaikh Abdul Lathif bin Abdurrahman menyebutkan dalam Majmu’atur Rasa`il bahwasannya Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab menulis Kitabut Tauhid di Huraimla`. Kemungkinan besar karya tulis ini ditulis dalam bentuk kitab secara utuh di kota ini. Adapun awal mula penulisan kitab ini yang ketika itu masih berupa lembaran-lembaran maka sungguh telah ditulis sebelum ini di kota Bashrah.

Cucu beliau, Asy-Syaikh Abdurrahman bin Hasan berkata dalam salah satu risalah beliau yang yang termuat dalam Ad-Durarus Saniyah bahwa kakeknya (Asy-Syaikh Muhammad bin ‘Abdul Wahhab) telah menulis Kitabut Tauhid di Bashrah, yang mana orang-orang yang dekat maupun orang yang jauh telah memberikan persaksian tentang keutamaan Asy Syaikh dan kitab ini. Dan kitab ini menjadi sederetan kitab-kitab yang diajarkan di madrasah-madrasah yang ada di Bashrah. Dan dimasukkan dalam kitab-kitab hadits.

Sanjungan Ulama Terhadap Kitab Ini

  • Asy Syaikh Sulaiman bin Abdillah bin Muhammad bin Abdul Wahhab berkata dalam kitabnya Taisirul ‘Azizil Hamid: “Penulis kitab yang tiada duanya di bidangnya, belum pernah ditulis kitab yang semisalnya sebelumnya dan belum pernah akan ada yang semisal setelahnya.”
  • Asy Syaikh Abdurrahman bin Hasan bin Muhammad bin Abdul Wahhab berkata: “Penulis telah mengumpulkan di dalamnya kebaikan yang melimpah walaupun ringkas bentuknya. Terkandung di dalamnya dalil-dalil tentang tauhid yang mencukupi bagi siapa yang diberi taufik oleh Allah Ta’ala. Terkandung pula di dalamnya dalil-dalil tentang syirik yang mana dosa tersebut tidak mungkin diampuni oleh Allah Ta’ala.”
  • Asy Syaikh Abdurrahman Al Juthali berkata: “Kitabut Tauhid, yang membahas tentang masalah tauhid, hak Allah Ta’ala yang harus ditunaikan oleh seorang hamba, termasuk di antara kitab yang besar manfaatnya di dalam mengenal tauhid dan pembagiannya. Sekaligus peringatan tentang bahaya syirik, bentuk-bentuknya atau macam-macamnya. Juga terdapat di dalamnya perkara-perkara yang mencegah agar tidak jatuh ke dalam syirik. Terdapat juga penjelasan tentang ancaman bagi siapa yang terjatuh ke dalamnya dan segala hal yang bisa menyeret seorang hamba kepadanya.”
  • Asy Syaikh Abdullah Ad Duwaisy berkata: “Kitab At Tauhid yang ditulis oleh Al Imam Al Mujaddid Syaikhul Islam Muhammad bin Abdul Wahhab -semoga Allah Ta’ala melimpahkan pahala yang banyak kepada beliau- adalah kitab yang menakjubkan, spektakuler di bidangnya dalam menjelaskan tentang tauhid dan segala sesuatu yang bisa memadamkannya, yaitu syirik.”
  • Berkata Asy Syaikh Abdullah Al Jarullah: “Beliau telah menulis sebuah kitab yang berharga/bernilai -yakni Asy Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab- dan yang paling penting dan utama adalah kitab ini (Kitabut Tauhid).”

Dan di antara para ulama yang menasehatkan untuk mengajarkan kitab ini kepada khalayak adalah Asy Syaikh Muhammad bin Ibrahim Alusy Syaikh sebagaimana dalam salah satu surat beliau yang ditujukan kepada salah seorang Qadhi. Beliau berkata: “Hendaklah engkau -bersamaan dengan tugasmu sebagai penanggung jawab terhadap urusan-urusan yang diberikan Allah Ta’ala – untuk meluangkan waktumu sejenak mengajarkan kitab Tauhid di tempat-tempat lain.”

Samahatusy Syaikh bin Baz juga menganjurkan agar menghapal kitab ini dan perhatian terhadapnya. Sebagaimana beliau berkata: “Aku wasiatkan kepada saudaraku penuntut ilmu disamping perhatian mereka terhadap Al Qur`an dan As Sunnah agar perhatian pula dengan pemahaman yang sempurna terhadap kitab-kitab yang ditulis dalam bidang aqidah dan menghafal mana saja yang mudah karena sesungguhnya aqidah adalah pondasi dan saripati dari berbagai cabang ilmu yang terdapat di dalamnya Al Qur`an dan As Sunnah seperti kitab At Tauhid yang ditulis oleh Syaikhul Islam Muhammad bin Abdul Wahhab.

Metode Penulis dalam Karya Tulisnya

  1. Asy Syaikh dalam kitab ini membawakan ayat-ayat Al Qur`an, hadits-hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan atsar-atsar para As Salafush Shalih dari umat ini, dimulai dari para sahabat Muhammadshallallahu ‘alaihi wasallam yang mulia, kemudian at Tabi’in dan setelah mereka dari setiap orang yang menempuh jalan mereka dalam memahami Al Qur`an dan As Sunnah. Metode seperti ini mirip dengan metode yang dipakai oleh Al Imam Al Hafizh Al Kabir Al Bukhari dalam karya tulis beliau yang sangat monumental “Shahih Al Bukhari”. Terkhusus Kitabut Tauhid yang ada di dalamnya.
  2. Al  Imam Al Bukhari meletakkan 58 bab dalam Kitab At Tauhid di Shahih-nya. Dimulai dengan bab tentang dakwah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallamkepada umatnya untuk bertauhid kepada Allah subhanahu wata’ala. Sedangkan Asy Syaikh meletakkan dalam kitab At Tauhid ini 66 bab. Dan sebagaimana dikatakan: “Fiqih-nya imam Al Bukhari terletak pada pembuatan judul kitab beliau dan pembuatan bab-bab yang ada di dalam kitab  Shahih-nya. Sedangkan fiqih Asy Syaikh ada di dalam kitab At Tauhid pada pembuatan judul-judulnya dan permasalahan-permasalahan yang disebutkan.”
  3. Beliau ketika membawakan ayat-ayat Al Qur`an, hadits-hadits dan atsar-atsar para As Salafush Shalih mendahulukan penyebutan ayat-ayat Al Qur`an kemudian hadits-hadits nabawi kemudian atsar-atsar dari para As Salafush Shalih. Kecuali jika atsar-atsar tersebut ada keterkaitan langsung dengan ayat Al Qur`an atau Al Hadits maka Asy Syaikh mendahulukan atsar-atsar tersebut dikarenakan memang adanya keterkaitan.
  4. Tercakup di dalamnya ayat-ayat Al Qur`an, Al Hadits dan atsar-atsar sebagaimana telah lalu penjelasannya. Oleh karena itu tinggilah kedudukan dan derajat kitab ini. Di dalam kitab ini tidak terdapat perkataan Asy Syaikh kecuali di akhir-akhir setiap bab yang mana disebutkan di sana faidah-faidah yang beliau ambil dari ayat-ayat Al Qur`an, Al Hadits, atau atsar. Hal ini menunjukkan betapa dalamnya pemahaman Asy Syaikh dan jelinya beliau dalam mengambil hukum. Dan hal yang semacam ini lebih menancapkan dan mengokohkan dalam benak-benak penuntut ilmu, berupa pengetahuan tentang pokok-pokok bahasan yang terkandung di dalamnya berbagai faidah.
  5. Bab-bab yang ada dalam kitab ini tercakup di dalamnya penjelasan tentang tauhid yang ia adalah mengesakan Allah subhanahu wata’aladalam beribadah dan peringatan tentang sesuatu yang bisa meniadakan tauhid tersebut yaitu syirik kepada Allah subhanahu wata’ala atau peringatan tentang sesuatu yang bisa mengurangi kesempurnaan tauhid seorang hamba yang berupa syirik kecil dan bid’ah.
  6. Di antara bab yang disebutkan di dalamnya peringatan tentang sesuatu yang dapat meniadakan secara keseluruhan tauhid seorang hamba adalah bab: “Termasuk Syirik bernadzar untuk selain Allah.” dan Bab: “Termasuk syirik ber-istighatsah pada selain Allah subhanahu wata’alaatau berdoa kepada selain-Nya.”
  7. Di antara bab yang menyebutkan peringatan tentang sesuatu yang dapat mengurangi tauhid seorang hamba adalah bab: “Tentang sebab kufurnya Bani Adam dan menjauhnya mereka dari agama ini adalah kultus berlebih-lebihan terhadap orang shalih.” Kemudian bab:  “Tentang perkataan seseorang Ma syaa Allah wa syi`ta (Kalau bukan karena Allah dan dirimu) “.

Di antara bukti yang menguatkan bahwa Kitabut Tauhid ini adalah kitab yang sangat istimewa dalam bidang tauhid adalah perhatian para ulama sejak zaman beliau hidup sampai sekarang. Mayoritas di antara mereka menulis penjelasan (syarah) bagi kitab ini. Inilah di antara kitab-kitab yang  menjadi syarah bagi Kitabut Tauhid:

1. Taisirul ‘Azizil Hamid bi Syarhi Kitabit Tauhid.

Penulis kitab ini adalah Asy Syaikh Al Muhaddits Sulaiman bin Abdillah bin Muhammad bin Abdil Wahhab. Kitab ini teranggap sebagai kitab yang datang pertama kali menjadi Syarah Kitabut Tauhid, dan kitab ini adalah kitab syarah yang terpanjang dalam memberikan syarah bagi Kitabut Tauhid. Akan tetapi penulisnya wafat sebelum menyempurnakan kitab ini dengan menyisakan 7 bab yang belum diberi syarah (penjelasan).

Asy syaikh Abdullah alu bassam berkata:”kitab ini termasuk kitab syarah terbagus terhadap kitab at tauhid.”

Diantara kelebihan kitab ini dari beberapa syuruhat lainnya adalah:

  • Kitab ini termasuk kitab syarah yang paling besar sumbangsihnya dalam memberikan penjelasan terhadap kitab at tauhid.
  • Didalamnya penulis banyak menukil perkataan syaikhul islam Ibnu Taimiyah, Al-Imam Ibnul Qoyyim dan Al-Hafizh Ibnu Hajar.
  • Memberikan perhatian lebih terhadap tafsir dari suatu ayat.
  • Memberikan perhatian lebih pula ketika mentakhrij hadits-hadits yang ada di dalamnya. Baik itu hal-hal yang berkaitan dengan sanad-sanad hadits atau penyakit-panyakitnya (ilalul hadits) dan membawakan penguat-penguat (syawahid) terhadap suatu hadits.
  • Banyak didapati didalamnya hadits-hadits dan atsat-atsar, sehingga terkumpul sekitar 615 hadits-hadits dan atsat-atsar.

Faidah: Setiap orang alim yang hidup setelah Asy Syaikh Sulaiman, begitu pula siapa saja yang ingin men-syarah kitabut Tauhid mengambil banyak faidah dari kitab ini.

2. Fathul Majid Syarhu Kitabit  Tauhid

Penulisnya adalah Al ‘Allamah Al Mujaddid Ats Tsani, Asy Syaikh Abul Hasan Abdurrahman bin Hasan bin Muhammad bin Abdul Wahhab. Berkata Muhadditsul Yaman Asy Syaikh Muqbil: “Dan di antara kitab-kitab yang bernilai tinggi yang tidak boleh merasa cukup dengan tidak mempelajarinya bagi seorang muslim adalah kitab Fathul Majid syarhu Kitabit Tauhid.”

Lembaga fatwa dan Riset Ilmiah Kerajaan Saudi Arabia (yang di dalamnya terdapat para ulama besar Ahlussunnah wal Jama’ah) suatu ketika pernah terlontar kepada mereka sebuah pertanyaan yang berbunyi: Berilah kami petunjuk semoga Allah senantiasa memberikan bimbingan-Nya kepada Anda sekalian tentang kitab-kitab yang memungkin kami untuk kami jadikan rujukan di dalam bidang aqidah maupun fiqih?

Maka lembaga tersebut menjawab : Hendaknya engkau memberikan perhatianmu yang pertama kali kepada Kitabullah dan kitab hadits-hadits seperti Shahih Al Bukhari, Shahih Muslim, kemudian dalm bidang ‘aqidah syarah ‘aqidah ath Thahawiyah dan Fathul Majid syarah kitabut Tauhid.

3. Qurratu ‘Uyunil Muwahhidin

Penulisnya adalah Asy Syaikh Abdurrahman penulis kitab Fathul Majid. Di antara perbedaan kitab ini dengan yang sebelumnya adalah:

  • Tidak disebutkannya masa`il yang terdapat di dalam Kitabut Tauhid.
  • Sangat indah ungkapan-ungkapannya, kuat dalam berhujjah untuk membantah syubhat-syubhat dan kesesatan-kesesatan yang terlontar dari mulut kotor orang-orang yang menyimpang dalam bidang tauhid.
  • Kebanyakannya menukil pernyataan Al Imam Ibnul Qayyim.

4. Al Qaulus Sadid ‘ala Kitabit Tauhid

Penulisnya adalah Asy Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa’di, penulis kitab tafsir yang sangat bermanfaat yang berjudul Taisirul Karimir Rahman.

5. I’anatul Mustafid Syarhu Kitabit Tauhid

Penulisnya adalah Al ‘Allamah Shalih bin Fauzan Al Fauzan. Termasuk ulama besar di Saudi Arabia yang masih hidup dan menjadi anggota Hai’ah Kibaril Ulama Kerajaan di negeri tersebut hafizhahullahu ta’ala.

6. Al-Qaulul Mufid ‘Ala Kitabit Tauhid

Penulisnya adalah Faqihul ‘Ashr Al ‘Allamah Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin.

7. Al-Jadid Fi Syarhi Kitabit Tauhid

Yang ditulis oleh Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Aziz As-Sulaiman Al-Qar’awi.

Insya Allah bersambung…

 

Sumber : klik di sini