Download Dauroh Malaysia – Ad Durus Al Muhimmah li ‘Ammatil Ummah Karya Syaikh Abdul Aziz bin Baz (21-24/03/2013)

0

Berikut ini merupakan rekaman dauroh yang, alhamdulillah, telah diselenggarakan pada :

- Hari : Kamis-Ahad
- Tanggal :  9-12 Jumadil Ula 1434 / 21-24 Maret 2013
- Tempat : Johor Bahru – Kuala Lumpur, Malaysia
- Pembahasan : Ad Durus Al Muhimmah li ‘Ammatil Ummah Karya Syaikh Abdul Aziz bin Baz |download pdf : 4Shared - Mediafire|
- Pembicara : Al Ustadz Qomar Su’aidi

Judul Ukuran (MB) Durasi Link DownloadKajian
Kajian Kitab
Durusul Muhimmah Sesi 1 5.95 52:00 4Shared Mediafire
Durusul Muhimmah Sesi 2 11.8 103:55 4Shared Mediafire
Durusul Muhimmah Sesi 3 5.60 48:58 4Shared Mediafire
Durusul Muhimmah Sesi 4 6.09 53:13 4Shared Mediafire
Durusul Muhimmah Sesi 5 5.96 52:06 4Shared Mediafire
Durusul Muhimmah Sesi 6 10.0 87:58 4Shared Mediafire
Durusul Muhimmah Sesi 7 8.48 74:09 4Shared Mediafire
Durusul Muhimmah Sesi 8 8.83 77:12 4Shared Mediafire
Ceramah Umum
Keterasingan di atas Agama yang Haq 6.01 52:31 4Shared Mediafire
Kewajiban Menuntut Ilmu 6.72 58:46 4Shared Mediafire
Perjalanan Menuju Negeri Abadi Sesi 1 3.89 34:02 4Shared Mediafire
Perjalanan Menuju Negeri Abadi Sesi 2 2.12 18:31 4Shared Mediafire
Tadzkirah Walimah 5.95 52:01 4Shared Mediafire

Dauroh Malaysia

Wasiat menjelang Kematian

0

Dahulu kala dikisahkan ada seorang laki-laki yang telah diberikan kenikmatan oleh Allah dalam harta dan keturunan, tetapi orang ini tidak tahu berterima kasih kepada Alloh, diapun tenggelam dalam dosa dan maksiat sepanjang hidupnya. Dia lupa akan adanya kematian di detik-detik menjelang kematiannya saat malaikat maut akan menjemputnya, yang akan datang pada setiap jiwa, siapapun dia !

Diapun tersentak bingung, kaget serta kegelisahan senantiasa menghampirinya. Rasa takut akan dosa-dosa yang telah dia lakukan terus menghantuinya. Dia pun teringat selama ini dia berada dalam suatu kelalaian yang begitu besar hingga dia tersadar bahwa Alloh akan menyiksanya dengan siksaan yang belum pernah ditimpakan kepada selainnya. Dia pun betul-betul merasa takut akan siksaan Alloh. Dia tidak akan mampu untuk lari dari siksaan Allah yang begitu pedih. Dosa–dosanya begitu banyak, sedangkan kebaikannya sangat sedikit dan tidak bernilai sama sekali. Diapun ingin beramal tetapi dia tidak mampu karena kematian telah ada di ambang pintu. Dia ingin lari dari rasa takut yang terus menghantuinya tapi dia tidak menemukan jalan keluar dari rasa takutnya tersebut. Dia pun akhirnya memutuskan mengumpulkan seluruh anak-anaknya dan berwasiat kepada anak-anaknya: “Jika aku mati maka kumpulkanlah kayu bakar yang banyak kemudian nyalakanlah api hingga bila telah terbakar seluruh dagingku dan telah merata ke seluruh tulangku, maka ambillah dan hancurkanlah sehingga menjadi debu kemudian tebarkanlah sebagiannya di daratan dan sebagiannya dilautan di hari yang sangat panas”. Kemudian setelah itu diapun mengancam anak-anaknya : “Jika …

Pedagang yang Pintar

0

Tersebutlah Sa’ad bin Robi radiyallahu ‘anhu, dia termasuk golongan Anshar yang kemudian berkata kepada Abdurrahman bin Auf yang saat itu baru tiba di Madinah sebagai kaum Muhajirin : ’’Sesungguhnya aku adalah orang Anshar yang paling kaya. Akan kuberikan kepadamu separuh kekayaanku. Lihat pula kedua istriku, manakah diantara keduanya yang engkau senangi, maka akan kuceraikan untuk engkau nikahi bila selesai masa iddahnya. Abdurrahman berkata : ’Semoga Alloh memberkahi harta dan keluargamu. Aku tidak membutuhkan apa yang engkau tawarkan. Tunjukkan saja kepadaku pasar yang dapat kutempati untuk aku berdagang di dalamnya”. Kemudian beliaupun mulai berdagang sampai memiliki harta yang dengan harta itu beliau tidak lagi membutuhkan bantuan saudaranya, sehingga dalam waktu yang tidak lama beliau telah berhasil mengumpulkan kekayaan yang sangat banyak,dengan itu dia berhasil untuk menikah dengan seorang wanita anshar dan memberikan mahar kepadanya emas seberat biji kurma, kemudian Alloh memberkahi usahanya. Makin bertambahlah kekayaanya sehingga beliau menjadi seorang diantara sahabat yang kaya.

Suatu ketika beliau berkata :’’Dunia dibentangkan dalam diriku yang jika aku gambarkan kepada kalian seandainya aku menanam sebuah batu maka batu itu akan menjadi emas atau perak.” Suatu hari onta pengangkut barang dagangan milik Abdrahman tiba dimadinah. Bumi bergoncang dengan keras dan terdengar suara gaduh, maka Aisyah berkata ;’’Kegaduhan apakah ini? Dikatakan kepadanya :’’Itu adalah unta-unta pengangkut barang milik Abdurrahman yang berjumlah tujuh ratus onta yang membawa gandum, tepung dan makanan pokok. Maka Aisyah berkata: ’’Semoga keberkahan Alloh …

Download Kajian Asatidz tentang Kaidah Syar’i dalam Menghadapi Fitnah dan Syubhat

0

Berikut ini merupakan kajian tentang Kaidah Syar’i dalam Menghadapi Fitnah dan Syubhat yang disampaikan oleh Asatidz Ahlus Sunnah. Semoga dengan mendengarkan kajian ini, kita mendapatkan hidayah dalam menghadapi Fitnah Syahwat dan Syubhat di dunia ini.

Judul Ukuran (MB) Durasi Link Download
Al Ustadz Luqman Ba’abduh
01 Kaidah syar’i dalam menghadapi fitnah 3.64 31:49 4Shared Mediafire
02 Kaidah syar’i dalam menghadapi fitnah 4.91 42:56 4Shared Mediafire
03 Kaidah syar’i dalam menghadapi fitnah 8.86 77:30 4Shared Mediafire
04 Kaidah syar’i dalam menghadapi fitnah 8.13 71:06 4Shared Mediafire
05 Kaidah syar’i dalam menghadapi fitnah 4.83 42:17 4Shared Mediafire
Al Ustadz Abu Ishaq Muslim
01 Kaidah syar’i dalam menghadapi syubhat 15.6 136:51 4Shared Mediafire
02 Kaidah syar’i dalam menghadapi syubhat 6.80 59:25 4Shared Mediafire
03 Kaidah syar’i dalam menghadapi syubhat 7.19 62:52 4Shared Mediafire
Al Ustadz Qomar Su’aidi
Sikap Ahlus Sunnah dalam Menghadapi Fitnah 12.2 107:05 4Shared Mediafire
Al Ustadz Saifuddin Zuhri
Menghadapi Fitnah 11.3 98:49 4Shared Mediafire
Al Ustadz Dzulqarnain
Kembali kepada Ulama dalam Menghadapi Fitnah 5.29 46:14 4Shared Mediafire
Khutbah Jum’at Al Ustadz Abu Karimah Askari
Hati-hati terhadap fitnah 3.30 28:52 4Shared Mediafire

Download Kajian Kisah Orang yang Mati Syahid oleh Al Ustadz Muhammad Umar As Sewed

0

Berikut ini merupakan kajian Kitabul Jihad karya Al Imam Ibnul Mubarak rahimahullah. Ibnul Mubarak memang orang yang pantas dalam menulis karya ini karena beliau telah memiliki ilmunya sekaligus mengamalkannya. Di bawah ini adalah link download dari kajian Al Ustadz Muhammad ‘Umar As Sewed yang membahas kisah-kisah orang yang mati syahid.

Judul Ukuran (MB) Durasi Link Download
01. Kisah Orang Yang Mati Syahid 3.72 32:32 4Shared Mediafire
02. Kisah Orang Yang Mati Syahid 3.72 32:33 4Shared Mediafire
03. Kisah Orang Yang Mati Syahid 3.62 31:48 4Shared Mediafire
04. Kisah Orang Yang Mati Syahid 3.69 32:16 4Shared Mediafire
05. Kisah Orang Yang Mati Syahid 3.71 32:25 4Shared Mediafire
06. Kisah Orang Yang Mati Syahid 3.40 29:43 4Shared Mediafire

Biografi Al Hafizh Ibnu Hajar Al ‘Asqalani

0

Nama dan Nasabnya

Nama sebenarnya Syihabuddin Abul Fadhl Ahmad bin Ali bin Muhammad bin Muhammad bin Ali bin Mahmud bin Hajar, al Kinani, al ‘Asqalani, asy Syafi’i, al Mishri. Kemudian dikenal dengan nama Ibnu Hajar, dan gelarnya “al Hafizh”. Adapun penyebutan ‘Asqalani adalah nisbat kepada ‘Asqalan’, sebuah kota yang masuk dalam wilayah Palestina, dekat Ghuzzah.

 

Kelahirannya

Beliau lahir di Mesir pada bulan Sya’ban 773 H, namun tanggal kelahirannya diperselisihkan. Beliau tumbuh di sana dan termasuk anak yatim piatu, karena ibunya wafat ketika beliau masih bayi, kemudian bapaknya menyusul wafat ketika beliau masih kanak-kanak berumur empat tahun.

Ketika wafat, bapaknya berwasiat kepada dua orang ‘alim untuk mengasuh Ibnu Hajar yang masih bocah itu. Dua orang itu ialah Zakiyuddin al Kharrubi dan Syamsuddin Ibnul Qaththan al Mishri.

 

Perjalanan Ilmiah Ibnu Hajar

Perjalanan hidup al Hafizh sangatlah berkesan. Meski yatim piatu, semenjak kecil beliau memiliki semangat yang tinggi untuk belajar. Beliau masuk kuttab (semacam Taman Pendidikan al Qur’an) setelah genap berusia lima tahun. Hafal al Qur’an ketika genap berusia sembilan tahun. Di samping itu, pada masa kecilnya, beliau menghafal kitab-kitab ilmu yang ringkas, sepeti al ‘Umdah, al Hawi ash Shagir, Mukhtashar Ibnu Hajib dan Milhatul I’rab.

Semangat dalam menggali ilmu, beliau tunjukkan dengan tidak mencukupkan mencari ilmu di Mesir saja, tetapi beliau melakukan rihlah (perjalanan) ke banyak negeri. Semua itu dikunjungi untuk menimba ilmu. Negeri-negeri yang pernah beliau singgahi dan tinggal …

Pemilik Satu Dirham yang Tertawa

0

Muhammad bin Thohir Al Maqdisi namanya. Dia salah satu dari sekian ulama yang menanggung penderitaan dalam menuntut ilmu. Suatu ketika dia berkata: “Saya pernah kencing darah 2 kali saat-saat belajar hadits; sekali di Baqdad dan sekali di Mekkah karena saya berjalan kaki tanpa menggunakan alas kaki dibawah terik sinar matahari yang menyengat. Suatu ketika Muhammad bin Thohir Al Maqdisi bercerita tentang perjalanan menuntut ilmunya.

Suatu hari saya tinggal di Tunis bersama Abu Muhammad bin Haddad. Bekal saya semakin menipis hingga yang tersisa hanya “Satu dirham”. Saat itu saya sangat membutuhkan roti untuk mengganjal perut saya. Bersama dengan itu juga saya sangat membutuhkan kertas untuk menulis ilmu. Saya bingung ! saya bingung!

Kalau uang satu dirham ini saya belikan roti maka saya tidak mempunyai kertas untuk menulis ilmu. Jika uang satu dirham ini saya gunakan untuk membeli kertas, maka saya akan kelaparan. Kebingungan ini terus berlanjut hingga 3 hari dan selama itu pula saya tidak merasakan makanan sama sekali. Perut saya tidak terisi dengan sesuatu apapun selama 3 hari. Pada pagi hari keempat, dalam hati saya berkata: “Kalau saya mempunyai kertas, saya tidak akan bisa menulis karena saya sangat lapar. Maka saya pun memutuskan untuk membeli sepotong roti dan meletakkan satu dirham tersebut di dalam mulut saya untuk bermain-main dengannya saya pun menuju ke penjual roti. Tanpa terasa saya telah menelan satu dirham tersebut sebelum saya membeli sebuah roti, maka sayapun …

Download Dauroh Pekanbaru – Manhaj dan Aqidah dari Uraian Imam Al Bukhari (02-03/02/2013)

0

Berikut ini merupakan rekaman dauroh yang, alhamdulillah, telah diselenggarakan pada :

- Hari : Sabtu-Ahad
- Tanggal :  21-22 Rabiul Awal 1434 / 2-3 Fenruari 2013
- Tempat : Masjid Al Madinah, Jalan Ampi No. 99 P. Marpoyan, Pekanbaru
- Pembahasan : Manhaj dan Aqidah dari Uraian Imam Al Bukhari
- Pembicara : Al Ustadz Dzulqarnain

Judul Ukuran (MB) Durasi Link Download
Pembahasan Pertama 15.3 134:01 Dzulqarnain
Pembahasan Kedua 9.65 84:22 Dzulqarnain
Pembahasan Ketiga 7.11 62:10 Dzulqarnain
Pembahasan Keempat 2.67 23:23 Dzulqarnain
Tanya Jawab Pertama 3.50 30:38 Dzulqarnain
Tanya Jawab Kedua 3.88 33:56 Dzulqarnain

Dauroh Pekanbaru

Pendaftaran Santri Baru Ma’had Tahfidzul Qur’an Al Manshuroh Cilacap Tahun Ajaran 2013-2014

0

MA’HAD TAHFIDZUL QUR’AN

AL MANSHUROH

CILACAP

Menerima pendaftaran santri baru
Tahun ajaran 2013 – 2014
Alamat: Jl. Urip Sumoharjo No. 202 Gumilir Cilacap

Waktu dan tempat pendaftaran:
Pendaftaran dilakukan pada tanggal 29 April s/d 1 Mei 2013 pada jam 09.00 – 11.30 WIB
Tempat: MTQ Al-Manshuroh Cilacap Jl. Urip Sumoharjo No. 202 Gumilir, Cilacap.

Syarat Pendaftaran
Usia pada bulan Juli Mencapai 6 tahun
Foto copy akte kelahiran
Foto copy Ijazah (TK/RA) menyusul
Membayar biaya pendaftaran sebesar Rp 50.000,-
Mengisi formulir pendaftaran
Lulus seleksi
Terbatas!!
( Tersedia 40 Kursi (Putra dan putri) )

“Setiap anak dilahirkan diatas fitrah,maka kedua orang tuanyalah yang menjadikan Yahudi atau Nashroni atau Majusi “(HR. Bukhori & Muslim)

Teknis Pendaftaran
Calon santri yang didaftarkan diajak ke tempat pendaftaran untuk mengikuti seleksi
Orang tua/wali mengisi formulir

Pengumuman Hasil Seleksi

Senin, 6 Mei 2013 M /

25 Jumadil Akhir 1434 H

Hari /Tanggal :
Senin – Rabu, 6 – 8 Mei 2013

Waktu :
Pukul 09.00 – 11.30 WIB

Syarat daftar ulang :

Membayar SPP bulan Juli 2013
Membayar uang pangkal
Membayar uang modul semester 1

Informasi Hubungi :

Ikhwan ( Hp 087881184559 )
Akhwat ( Hp 085747172571 )

 

Sumber : klik di sini

Fatwa – Fatwa yang Berkaitan dengan Darah Wanita (Bag.7)

0

Darah Nifas yang Berubah Warna

Fadhilatusy Syaikh ditanya tentang seorang wanita yang mendapati darah nifasnya keluar selama dua pekan, setelah itu darahnya berubah secara bertahap hingga berbentuk lendir cenderung berwarna kuning dan terus berlanjut hingga genap 40 hari. Apakah berlaku padanya hukum nifas selama masa perubahan warna tersebut?

Beliau menjawab:

Cairan kuning atau cairan yang seperti lendir selama belum tampak padanya kesucian yang jelas, maka hukumnya mengikuti hukum darah (hifas), tidak dihukumi suci kecuali sudah benar-benar bersih dari cairan tersebut. Jika dia telah suci dan benar-benar bersih dari cairan tersebut maka wajib baginya untuk mandi dan melaksanakan shalat walaupun belum genap 40 hari. Adapun yang disangka oleh sebagian wanita bahwa seorang wanita harus menunggu sampai genap 40 hari walaupun sudah bersih sebelum hitungan tersebut, maka ini adalah prasangka yang keliru dan tidak benar. Bahkan kapan saja seorang yang nifas mengalami suci walaupun baru 10 hari wajib baginya untuk shalat dan boleh baginya untuk melakukan apa saja yang dibolehkan bagi wanita yang dalam masa suci termasuk jima’.

 

Hukum Shalat Wanita yang Keguguran pada Usia 3 Bulan Kandungannya

Fadhilatusy Syaikh ditanya tentang seorang wanita yang mengalami keguguran pada usia 3 bulan kandungannya. Apakah dia tetap shalat atau harus meninggalkannya?

Beliau menjawab:

Yang dikenal di sisi para ulama, jika wanita mengalami keguguran pada usia 3 bulan maka dia tidak melaksanakan shalat, karena yang gugur dari kandungannya sudah berupa janin yang telah jelas …

Download Dauroh Banjarnegara – Anarkisme, Terorisme, dan Demokrasi dalam Pandangan Syari’at (31/03/2013)

0

Berikut ini merupakan rekaman dauroh yang, alhamdulillah, telah diselenggarakan pada :

- Hari : Ahad
- Tanggal :  19 Jumadil Ula 1434 / 31 Maret 2013
- Tempat : putra - Pendopo Dipayuda Adi Graha, Banjarnegara / putri - Masjid Al Amin, Rejasa, Banjarnegara
- Pembahasan : Anarkisme, Terorisme, dan Demokrasi dalam Pandangan Syari’at
- Pembicara : Al Ustadz Muhammad Afifuddin As Sidawi

Judul Ukuran (MB) Durasi Link Download
Sambutan Panitita dan Bupati 16.5 42:44 ilmoe
Sesi 1 9.78 62:11 ilmoe
Sesi 2 14.2 72:28 ilmoe

Download Dauroh Medan bersama Al Ustadz Sofyan Chalid Ruray (30-31/03/2013)

0

Berikut ini merupakan rekaman dauroh yang, alhamdulillah, telah diselenggarakan pada :

- Hari : Sabtu-Ahad
- Tanggal :  18-19 Jumadil Ula 1434 / 30-31 Maret 2013
- Tempat : Ma’had Al Hijrah, Stabat, Medan
- Pembahasan : Keutamaan Ilmu, Wasiat Ali bin Abi Thalib kepada Kumail bin Ziyad , Menjaga Ukhuwah dan Menjauhi Sebab Perpecahan, Pempatal-Pembatal Keislaman
- Pembicara : Al Ustadz Sofyan Chalid Ruray

Judul Ukuran (MB) Durasi Link Download
Keutamaan Ilmu 9.03 78:55 ilmoe
Wasiat Ali bin Abi Thalib kepada Kumail bin Ziyad – Sesi 1 7.39 64:34 ilmoe
Wasiat Ali bin Abi Thalib kepada Kumail bin Ziyad – Sesi 2 6.11 53:23 ilmoe
Sesi Tanya Jawab 1.00 08:47 ilmoe
Menjaga Ukhuwah dan Menjauhi Sebab Perpecahan – Sesi 1 8.46 73:58 ilmoe
Menjaga Ukhuwah dan Menjauhi Sebab Perpecahan – Sesi 2 3.97 34:43 ilmoe
Sepuluh Pempatal Keislaman – Sesi 1 8.45 73:50 ilmoe
Sepuluh Pempatal Keislaman – Sesi 2 dan Tanya Jawab 9.41 82:12 ilmoe

Biografi Al Imam Al Barbahari

0

Nama, Kunyah, dan Nasab

Beliau adalah Al-Imam Al-Hafidz Al-Mutqin Ats-Tsiqah Al-Faqih Al-Mujahid Syaikh Hanabilah sekaligus pemuka mereke pada masanya Abu Muhammad Al-Hasan bin ‘Ali bin Khalaf Al-Barbahari, sebuah nama yang dinisbahkan kepada Barbahar yaitu obat-obatan yang didatangkan dari India (1)

 

Tempat Kelahiran dan Tanah Air

Berkata Syaikh ArRadadi: “Tidak ada satu pun sumber (rujukan) yang berada di tangan kami yang menyebutkan tentang kelahiran dan pertumbuhan beliau. Hanya saja yang nampak bagi saya bahwa beliau dilahirkan dan tumbuh di Baghdad. Yang demikian itu dikarenakan di tempat itulah tersiar reputasi dan kemasyhuran beliau di kalangan masyarakat umum, terlebih lagi orang-orang khusus diantara mereka. Selain itu Al-Imam Al-Barbahari juga bersahabat erat dengan beberapa sahabat Imam AhlusSunnah wal Jama’ah yakni Ahmad bin Hanbal rahimahullah serta menimba ilmu dari mereka, sedangkan mayoritas mereka berasal dari Baghdad -sebagaimana yang akan datang penjelasannya-. Inilah diantara hal-hal yang menunjukkan bahwa beliau tumbuh di tengah-tengah alam yang penuh ilmu Sunnah yang sangat berpengaruh terhadap karakteristik kepribadiannya.” [Lihat kitab Thabaqat Al-Hanabilah (2/64)].

Berkata syaikh Al-Qahthani: “Imam Al-Barbahari bersahabat erat dengan beberapa sahabat Imam Ahmad rahimahullah diantaranya Imam Ahmad bin Muhammad Abu Bakar Al-Mawarzi salah seorang murid utama Imam Ahmad. Selain itu beliau juga bersahabat dengan Sahl bin ‘Abdillah At-Tustari, yang mana beliau meriwayatkan perkataan darinya: “Sesungguhnya Allah ‘aza wa jalla telah menciptakan dunia dan menjadikannya di dalamnya orang-orang bodoh dan para ulama, seutama-utama ilmu adalah yang diamalkan, semua ilmu …

Go to Top